Internet Explorer Bakal Pensiun Diganti Spartan - Gatra

Diposting oleh blogekiyai on Jumat, 02 Januari 2015

keluarga windows 10 (istimewa)Washington, GATRANews - Sistem operasi terbaru milik Microsoft, Windows 10, dikabarkan akan menjadi panggung debut sebuah aplikasi perambah Internet terbaru untuk pengganti Internet Explorer dengan kode nama Spartan.

Laporan Mary Jo Foley di situs ZDNet menyebutkan bahwa spartan masih berbasiskan Internet Explorer, browser punya Micrososoft yang penggunaannya terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.


Aplikasi perambah itu akan "berbobot ringan" yang terlihat dan terasa, lanjut Foley seperti dilaporkan Antara, lebih seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox.

Sumber anonim Foley juga mengindikasikan Spartan bakal ditawarkan bersama Internet Explorer saat peluncuran Windows 10 tahun ini.

Menyusul dominasi Firefox dan Chrome di pasar perambah desktop dan Apple Safari, Chrome dan Google Android merajai pasar mobile, Internet Explorer tak lagi memiliki kekuatan yang dulu pernah ada.


Internet Explorer pernah mendominasi lebih dari 90 persen traffic web di perangkat desktop dan laptop, namun menurut riset Net Applications, kini hanya memiliki pangsa pasar sebanyak 58 persen dan 2 persen saja di perangkat mobile.


Foley meyakini Spartan akan memasuki kedua pasar tersebut, mengingat Windows 10 dirancang untuk bisa dioperasikan oleh multiperangkat dan ia menyebutkan perambah anyar itu akan tersedia untuk ponsel, tablet, laptop juga desktop.


Meski demikian belum ada kejelasan apakah Spartan bakal bisa dijalankan di sistem Android, iOS dan sistem operasi pesaing Windows yang lainnya, namun Foley tidak menutup kemungkinan itu.

Di bawah kepemimpinan CEO baru, Satya Nadella, Microsoft menyadari bahwa di dunia modern piranti lunak mereka harus bisa dijalankan bukan hanya di Windows.

Pada Maret 2014 lalu Microsoft memperkenalkan jajaran Microsoft Office terbaru untuk perangkat Apple iPad, kemudian pada November mereka meluncurkan versi gratis World, Excel dan Powerpoint untuk iPhone.


Kemuidian pada Desember lalu, Microsoft mengakuisisi sistem pengkoneksi email pada perangkat ponsel, Acompli, sebuah sistem yang juga bisa digunakan di iOS dan Android, demikian WIRED.com.


Editor: Dani Hamdani 

Berita Lainnya :

Source : http://www.gatra.com/il-tek/internet-1/119937-internet-explorer-bakal-pensiun-diganti-spartan.html

More aboutInternet Explorer Bakal Pensiun Diganti Spartan - Gatra

Wali Kota Jaksel Keluhkan Internet Lamban pada Sistem Pelayanan ... - KOMPAS.com

Diposting oleh blogekiyai

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di wilayah administrasi Jakarta Selatan terkendala masalah teknis, yaitu kecepatan jaringan internet yang lambat. Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor, yang turut menghadiri peresmian operasional Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (2/1/2015).

"Secara umum, kendala yang besar tidak ada ya. Hanya operasional, kadang-kadang masalah internet," tutur Syamsuddin kepada Kompas.com.

Kata dia, pemakaian jaringan internet untuk PTSP cukup banyak. Maka dari itu, dia pun menginginkan agar jaringan internet tersebut dapat lebih diperkuat dan diperbanyak agar bisa menunjang pelaksanaan PTSP yang menyangkut pelayanan publik, baik perizinan maupun non-perizinan.

Terkait sumber daya manusia (SDM) untuk pelaksanaan PTSP, kata Syamsuddin, sudah cukup dan memadai. Dia pun mengaku siap mengandalkan SDM di Jakarta Selata! n untuk melayani masyarakat setiap harinya.

"SDM kita siapkan. Baik untuk di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan," tambah Syamsuddin.

Badan PTSP sendiri akan menyelenggarakan layanan terpadu pada 318 lokasi pelayanan, yakni pada Badan PTSP Provinsi, enam Kantor PTSP Kota/Kabupaten, 44 Kecamatan, serta 267 Kelurahan. Badan PTSP dapat secara bertahap menyelenggarakan seluruh pelayanan perizinan dan non-perizinan yang secara keseluruhan mencapai 518 jenis.

Perizinan-perizinan tersebut, antara lain, perizinan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, penataan ruang, perhubungan, lingkungan hidup, pertanahan yang menjadi kewenangan daerah, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Source : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/02/14503031/Wali.Kota.Jaksel.Keluhkan.Internet.Lamban.pada.Sistem.Pelayanan.Terpadu.Satu.Pintu

More aboutWali Kota Jaksel Keluhkan Internet Lamban pada Sistem Pelayanan ... - KOMPAS.com

Disdukcapil Tarik Blangko KTP Non Elektronik - Tribunjogja.com

Diposting oleh blogekiyai

Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klaten, menarik blangko KTP non elektronik yang berada di 26 kecamatan. Hal ini menyusul masa penerbitan KTP yang habis pada Rabu (31/12/2014).

Menyikapi hal tersebut, Disdukcapil mengundang operator kecamatan untuk mengumpulkan blangko KTP. Menurut Kabid Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Andrainto Har, pengumpulan tersebut bertujuan agar tidak ada lagi warga yang menyalahgunakan KTP non elektronik.

Menggantikan kartu identitas lama, Disdukcapil telah menyiapkan surat keterangan pengganti KTP.

"Nanti bagi mereka yang telah merekam data E-KTP, maka KTP non elektronik akan ditarik. Namun bagi yang belum dipersilakan untuk melakukan rekam data. Setelahnya akan diberikan surat keterangan," ucapnya.

Namun demikian, untuk penarikan fisik KTP reguler menurutnya tidak mungkin ditarik secara serentak. Oleh karena itu, ia meminta bagi warga yang membutuhkan layanan berkait dengan KTP diimbau untuk mengurusnya pada Disdukcapil. (tribunjogja.com)

Source : http://jogja.tribunnews.com/2014/12/31/disdukcapil-tarik-blangko-ktp-non-elektronik

More aboutDisdukcapil Tarik Blangko KTP Non Elektronik - Tribunjogja.com

Ketatnya Seleksi Alam Bisnis Uang Elektronik - Bisnis Indonesia

Diposting oleh blogekiyai

Uang elektronik adalah pengganti uang tunai. Tidak bisa ditambah ataupun dikurangi nilainya. Demikian fatwa BI. /Bisnis.com

Uang elektronik adalah pengganti uang tunai. Tidak bisa ditambah ataupun dikurangi nilainya. Demikian fatwa BI.

Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia telah menerbitkan izin bagi 18 penerbit uang elektronik, namun hanya segelintir yang pada akhirnya benar-benar serius menggeluti bisnis ini.

Alasannya bermacam-macam. Tingginya nilai investasi dan belum terbukanya peluang untuk meraup pendapatan adalah dua kendala utama yang membuat tak semua penerbit bisa bertahan. Mereka menghadapi seleksi alam.

Ini adalah bisnis jangka panjang. Hanya pemain bermodal besar punya napas cukup panjang untuk terus mengeksplorasi bisnis ini. Para penerbit yang berskala medium, atau bahkan kecil, sulit berkembang karena tak mampu terus ikut dalam permainan.

Bisnis ini menelan investasi jumbo. Biaya besar dibutuhkan untuk membangun sistem back office agar bisnis uang elektronik bisa berjalan. Investasi lebih besar lagi diperlukan untuk biaya promosi dan perluasan jaringan.

Darmadi Sutanto menyebutkan angka Rp60 miliar untuk mengembangkan sistem back office uang elektronik di BNI. Santoso menyebutkan angka Rp50 miliar untuk investasi pengadaan portal (gate) di jaringan kereta api commuter line, sebagai syarat keikutsertaan bank dalam sistem pembayaran tiket kereta menggunakan uang elektronik.

Tak hanya itu, para penerbit uang elektronik juga harus menyisihkan sejumlah investasi guna menyediakan mesin electronic data capture (EDC) di jaringan merchant yang diajak bekerja sama. Jika ingin uang elektronik bisa digunakan di mana-mana, maka akan semakin membengkak pula dana investasi yang dibutuhkan. Tidak semua penerbit mampu melakukannya.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta Eko Budiwiyono mengakui sulitnya mengembangkan bisnis uang elektronik. Sejauh ini, persebaran uang elektronik Bank DKI baru sampai di jaringan Transjakarta dan sejumlah rekanan retail. Bank bermodal  ???? belum mampu bergabung dalam kerja sama yang lebih luas, seperti investasi di jaringan commuter line, yang kini semakin melebar ke sistem parkir elektronik, setelah sebelumnya beroperasi pada sistem tiket elektronik.

Alasannya, nilai investasinya cukup tinggi. Selain harus berpartisipasi dalam investasi pengadaan gate, bank-bank penerbit uang elektronik juga diminta berinvestasi pada mesin pembaca uang elektronik di tempat-tempat parkir yang dikelola oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

" itu salah satu pertimbangan kami," katanya kepada Bisnis.com.

Para penerbit uang elektronik dari kalangan perusahaan telekomunikasi merasakan tantangan yang lebih besar lagi. Bahkan, menurut Bank Indonesia selaku penerbit izin, bisnis uang elektronik di industri telko tidak berjalan sesuai harapan.

Perusahaan telekomunikasi, yang awalnya sangat optimis mengembangkan bisnis uang elektronik, pada akhirnya menemui jalan buntu. Bisnis transfer uang melalui telepon seluler tidak mendapatkan sambutan hangat dari khalayak. Ternyata, basis pelanggan yang besar tidak menjamin bisnis ini akan berhasil. Pada kenyataannya, para pelanggan perusahaan telekomunikasi belum nyaman melakukan transfer uang melalui 'rekening telepon'.

Saat tuntutan untuk menambah investasi belum juga berhenti, para penerbit uang elektronik mulai gelisah karena hingga kini Bank Indonesia masih belum banyak memberikan celah untuk meraup pendapatan. BI melarang para penerbit untuk mengutip biaya transaksi dan biaya pengisian ulang uang elektronik (top up). Alasannya jelas, BI ingin mendorong penggunaan uang elektronik untuk mengurangi penggunaan uang tunai. Jika dikenakan biaya, maka penggunaan uang elektronik tidak akan menarik lagi. Masyarakat akan kembali ke uang tunai.

Uang elektronik adalah pengganti uang tunai. Tidak bisa ditambah ataupun dikurangi nilainya. Demikian fatwa BI.

Source : http://finansial.bisnis.com/read/20141231/90/387063/ketatnya-seleksi-alam-bisnis-uang-elektronik

More aboutKetatnya Seleksi Alam Bisnis Uang Elektronik - Bisnis Indonesia

Yonatan, Bocah Cerdas Penumpang AirAsia QZ8501 yang Hobi ... - KOMPAS.com

Diposting oleh blogekiyai

News / Nasional

Yonatan, Bocah Cerdas Penumpang AirAsia QZ8501 yang Hobi Komputer

Kamis, 1 Januari 2015 | 12:05 WIB

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas membawa peti jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, keluar dari ruang jenasah RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014). Jenazah langsung dibawa ke Lanud TNI AU Iskandar untuk kemudian diterbangkan ke Bandara Juanda.

Source : http://nasional.kompas.com/read/2015/01/01/12050401/Yonatan.Bocah.Cerdas.Penumpang.AirAsia.QZ8501.yang.Hobi.Komputer

More aboutYonatan, Bocah Cerdas Penumpang AirAsia QZ8501 yang Hobi ... - KOMPAS.com

BRI Salurkan Komputer Dan Buku - Fajar

Diposting oleh blogekiyai

Penulis : Arini

FAJARONLINE — Sebagai bentuk kepedulian Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Maros menyerahkan bantuan komputer dan buku untuk rumah pintar PT Angkasa Pura I, di Kantor  PT Angkasa Pura I.

Pemimpin Cabang BRI Maros, Doddy Koesharsanto mengatakan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa dan memajukan masyarakat, maka BRI Maros melalui program BRI Peduli menyalurkan bantuan komputer dan buku kepada Rumah Pintar PT Angkasa Pura I.

"Ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan," katanya.

Ini juga sebagai bentuk kerjasama dalam tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan masyarakat melalui Rumah Pintar.

Dia mengatakan bantuan yang diberikan berupa komputer dan buku senilai Rp75 juta.

Dia berharap agar bantuan ini dapat menjadi media yang nantinya akan membantu memajukan dan menambah wawasan.

"Serta ilmu pengetahuan generasi muda yang akan menjadi penerus cita-cita bangsa," katanya.

Diakuinya hubungan kerjasama BRI dengan PT Angksaya.Pura I telah terjalin erat sejak lama.

Dia menambahkan pihaknya BRI jusayasaya memberikan kemudahan  dalam pelayanan dengan menempatkan mesin ATM di kantor PT Angkasa Pura I.

"Selanjutnya kerjasama bisa ditingkatkan lagi dengan memberikan layanan perbankan lainnya, baik kepada PT Angkasa Pura I maupun kepada tenant-tenantnya," pungkasnya. (Rin)

Source : http://fajar.co.id/2015/01/02/bri-salurkan-komputer-dan-buku.html

More aboutBRI Salurkan Komputer Dan Buku - Fajar

Teknologi Baru untuk Lacak Posisi Pesawat Terbang di Udara - VOA Indonesia

Diposting oleh blogekiyai on Kamis, 01 Januari 2015

Tahun 2014 bukanlah tahun yang baik bagi keselamatan penerbangan, karena dua pesawat berbadan lebar jatuh ke laut, bersama 401 penumpang dan awak pesawatnya, karena penyebab yang belum jelas.

Dalam kedua kasus itu, komunikasi dengan pesawat tiba-tiba hilang, sebelum pilot-pilot itu sempat melaporkan permasalahannya. Pesawat-pesawat yang melakukan penerbangan melewati laut dan jauh dari daratan berada di luar jangkauan radar dan sistem radio di darat daratan.

Komunikasi satelit dan teknologi navigasi seperti GPS dan telpon satelit, memungkinkan komunikasi dengan pesawat udara dan menentukan lokasinya.

"Alasan mengapa kita tidak mempunyai teknologi ini di semua tempat adalah biaya," kata Michael Braasch, seorang guru teknik elektronika Universitas Ohio.

"Kemampuan mengirim pesan-pesan melalui penyedia komunikasi satelit memerlukan biaya dan sampai belum lama ini tidak ada kebutuhan mendesak untuk dapat melacak pesawat dari detik ke detik," kata Michael Braasch.

Pilot-pilot diwajibkan melaporkan posisinya secara berkala, sehingga Pengawas Lalu-lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) dapat terus mengetahui lokasi mereka. Namun, Dalam keadaan darurat yang memerlukan keputusan cepat, seringkali pilot tidak punya waktu untuk menelpon.

Pada awal Desember, Persatuan Transportasi Udara Internasional menerbitkan sebuah laporan yang menganjurkan, bahwa setiap pesawat dilengkapi dengan sebuah sistem yang melaporkan posisi pesawat tanpa keterlibatan pilot. Braasch mengatakan, sebagian maskapai penerbangan anggota organisasi itu enggan menerapkan anjuran itu.

"Umumnya adalah karena alasan tambahan biaya dan keharusan memasang sistem yang disetujui. Secara teknologi,tidak ada masalah. Ada sistem navigasi berdasar satelit semacam GPS, ada teknologi komuniasi satelit selama lebih dari 20-25 tahun," lanjutnya.

Selain itu, sebagian pilot berkeberatan jika ada sistem elekronik mandiri di pesawatnya yang tidak bisa dimatikan jika terjadi kebakaran. Sejauh ini, hanya alat perekam data penerbangan yang disebut "kotak hitam" yang tidak dapat dikontrol pilot.

Braasch mengatakan, setelah bencana pesawat Malaysia Airlines bulan March lalu, jelas bahwa sesuatu harus dilakukan.

"Kita kehilangan sebuah pesawat berbadan lebar dan kita tidak tahu pesawat itu berada di mana dan dalam dunia sekarang ini, itu benar-benar tidak masuk akal," imbuhnya.

Amerika dan Eropa sedang bersiap-siap untuk menerapkan sebuah sistem yang disebut Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B), yang didesain untuk mengirim posisi pesawat secara berkala, kepada pengawas lalu lintas udara dan pesawat-pesawat lain di dekatnya.

Sistem itu akan diwajibkan bagi sebagian pesawat di Eropa selambat-lambatnya tahun 2017 dan di Amerika selambat-lambatnya tahun 2020.

Source : http://www.voaindonesia.com/content/teknologi-baru-untuk-lacak-posisi-pesawat-terbang-di-udara/2581538.html

More aboutTeknologi Baru untuk Lacak Posisi Pesawat Terbang di Udara - VOA Indonesia