- Associated Press
Microsoft Corp baru-baru ini menemukan celah keamanan dalam browser miliknya, Internet Explorer, yang oleh beberapa pengguna dipilih sebagai browser standar untuk menjelajah Internet. Celah ini terutama dapat menjadi sumber masalah bagi pengguna yang masih memakai sistem operasi Windows XP.
Minggu kemarin Microsoft memperingatkan adanya celah keamanan yang mempengaruhi Internet Explorer versi 6 hingga 11. Cacat program ini memungkinkan peretas mengakses komputer dalami sebuah jaringan memakai level akses yang sama dengan pengguna aslinya, kata Microsoft. Skenario ini tentunya menyenangkan hacker.
Microsoft mengaku tahu soal adanya "serangan terbatas terhadap target tertentu", yang mencoba mengeksploitasi cela ini. Meski demikian perusahaan tidak menjelaskan lebih jauh.
Cacat ini ditemukan oleh FireEye Inc, sebuah perusahaan keamanan komputer. FireEye mengatakan celah ini adalah bagian dari upaya peretasan terhadap perusahaan finansial dan pertahanan Amerika Serikat. FireEye tidak memberikan detail mendalam soal celah tersebut.
More In Teknologi
Menurut FireEye, peretas paling banyak menargetkan Internet Explorer 9 – Internet Explorer 11.
Celah atau bug ini mempengaruhi browser Internet Explorer jika dipakai dalam beberapa sistem operasi Microsoft. Bug tersebut terutama mengancam pengguna Windows XP.
Pada 8 April Microsoft berhenti menyediakan layanan pembaruan bagi Windows XP, yang telah dirilis sejak 2001. Layanan yang tak lagi disediakan meliputi update keamanan bagi Windows XP dan Internet Explorer-nya. XP sendiri dapat menjalankan sampai Internet Explorer 8.
"Pengguna XP tidak aman lagi dan ini adalah kerentanan pertama yang tidak akan dapat diatasi oleh [Microsoft]," kata periset Symantec Corp, Christian Tripputi, dalam sebuah tulisan di blog perusahaan keamanan data tersebut.
Meski lawas dan sistem keamanannya tak dapat diandalkan, Windows XP masih dipakai di sekitar 300 juta komputer. Microsoft tetap menawarkan dukungan menyeluruh bagi klien korporasinya yang masih menjalankan XP, meski dengan harga tinggi.
Microsoft sendiri dapat memutuskan membuat pengecualian dan merilis pengaman yang membantu pengguna XP. Perusahaan asal negara bagian Washington di Amerika Serikat itu tidak segera merespons permintaan untuk berkomentar.
"Pada saat menutup investigasi ini, Microsoft akan mengambil langkah tepat untuk melindungi pengguna kami," kata Microsoft dalam sebuah buletin keamanan.
Masalah celah keamanan ini sudah diprediksi sebelumnya. Microsoft telah dengan terang-terangan mengumumkan rencananya untuk berhenti menyokong XP. Risiko besar bagi pengguna yang masih memakai XP juga sudah diketahui secara luas.
Namun tidak jelas apakah orang-orang menduga bahwa keamanan XP akan bobol hanya tiga minggu setelah Microsoft mengakhiri sokongannya.
Source : http://indo.wsj.com/posts/2014/04/28/celah-keamanan-dalam-internet-explorer/