| | | Berita Terkini | Senin, 28 Apr 2014 23:31 WIB Ketua Golkar: Pencapresan Ical Final! Senin, 28 Apr 2014 23:30 WIB Arti 'Sok Atuh' Versi Atut: Ya Sudah Kamu ke Sini Senin, 28 Apr 2014 23:30 WIB Arti 'Sok Atuh' Versi Atut: Ya Sudah Kamu ke Sini Senin, 28 Apr 2014 23:30 WIB Agus Marto Sebut Bawahan Tidak Cermat Kaji Kontrak Hambalang Senin, 28 Apr 2014 23:29 WIB Sadis! Dianiaya Paman, Bayi 3 Bulan di Kukar Patah Kaki dan Luka Lebam Senin, 28 Apr 2014 23:29 WIB Apa yang Dibahas dalam Pertemuan Ical dan Pengurus DPD I Golkar? Senin, 28 Apr 2014 23:27 WIB Indonesia Jadi Presiden Asosiasi MK di Benua Asia Senin, 28 Apr 2014 23:27 WIB Ical Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pengurus-pengurus 33 DPD I Golkar Senin, 28 Apr 2014 23:25 WIB Ini Kata Surya Paloh Tentang Keinginan SBY Bertemu Mega Senin, 28 Apr 2014 23:25 WIB Elite PKS Ingin Capres-Cawapres dari Keluarga Harmonis, Poligami It's Oke Senin, 28 Apr 2014 23:20 WIB Kak Seto: Rantai Pedofilia Bisa Diputus Senin, 28 Apr 2014 23:15 WIB Dekopin Galang Kekuatan Koperasi Hadapi MEA Senin, 28 Apr 2014 23:10 WIB Industri Gula Terhambat Keterbatasan Lahan-Teknologi Senin, 28 Apr 2014 23:05 WIB Ilmuwan: Gigi Akan Ungkap Penyebab Kemerosotan Singa Laut Selandia Baru Senin, 28 Apr 2014 23:00 WIB Laba Divisi Otomotif Astra Turun Lima Persen Senin, 28 Apr 2014 22:55 WIB KPU: Rekapitulasi Suara DKI Jakarta Ditunda Senin, 28 Apr 2014 22:55 WIB Koalisi Nasdem-PDIP Jadi Perhatian UNI Eropa Senin, 28 Apr 2014 22:50 WIB Pembiayaan Infrastrukutur Dengan Skema KPS Masih Dibutuhkan Senin, 28 Apr 2014 22:50 WIB Delapan Orang Cedera Karena Kereta Ekspres Tergelincir Di India Senin, 28 Apr 2014 22:45 WIB Personel Pasukan Irak Beri Suara Sebelum Pemilihan Anggota Parlemen Senin, 28 Apr 2014 22:40 WIB Suriah Larang Pengungsi Lari Secara Tak Resmi Ikut Pemilu Senin, 28 Apr 2014 22:40 WIB Persija Tanpa Egi Saat Hadapi Gresik United Senin, 28 Apr 2014 22:40 WIB Harvard Gelar Forum Riset Keungan Syariah Senin, 28 Apr 2014 22:35 WIB Indonesia Segera Miliki Pusat Koleksi Biakan Mikroba Senin, 28 Apr 2014 22:30 WIB Mandiri Bukukan Laba Kuartal I Rp 4,9 Triliun Senin, 28 Apr 2014 22:25 WIB Rhoma: Pemimpin Ideal Bukan Seseorang Serba Bisa Senin, 28 Apr 2014 22:25 WIB Lindswell Matangkan Teknik Baru Hadapi ASIAN Games Senin, 28 Apr 2014 22:20 WIB Menteri PPN Kritisi Lambatnya Pemuktahiran IBSAP Senin, 28 Apr 2014 22:15 WIB Pasar Jaya: Rp 300 Miliar Revitalisasi Pasar Senin Senin, 28 Apr 2014 22:15 WIB Gresik United Waspadai Kebangkitan Persija | | | E-paper | | | | Foto Berita | | | | Kurs Valuta Asing | | Mata Uang | Beli | Jual | | USD | 11,545.00 | 11,575.00 | | SGD | 9,186.80 | 9,226.15 | | JPY | 112.89 | 113.53 | | MYR | 3,526.73 | 3,565.44 | | CNY | 1,845.10 | 1,858.65 | | THB | 356.38 | 360.40 | | HKD | 1,488.80 | 1,493.25 | | EUR | 15,945.95 | 16,011.75 | | AUD | 10,708.05 | 10,760.25 | | GBP | 19,369.05 | 19,443.75 | | Last update: 28 Apr 2014 09:00 WIB |
|
| | Terkini | | | Senin, 28 Apr 2014 23:10 WIB - http://mdn.biz.id/n/92644/ - Dibaca: 98 kali Industri Gula Terhambat Keterbatasan Lahan-Teknologi | | "Jika Komunitas ASEAN terwujud pada 2015, gula mendapat saingan hebat dari Thailand. Level persaingannya di efisiensi produksi. Bagaimana penggilingan kita kalah, begitu juga industrinya," kata Direktur Eksekutif AGI Tito Pranoloh di Jakarta, Senin. Kapasitas produksi gula nasional, kata Tito, masih jauh di bawah Thailand. Menurut data AGI, luas lahan tebu di Indonesia saat ini baru mencapai 470 ribu hektare. Rencana pemerintah, lanjut Tito, ingin menambah 350 ribu hektare lagi namun masih belum dapat menyusul produksi industri gula Thailand, yang memiliki lahan tebu di atas satu juta hektare. Jika terdapat lahan tambahan 350 ribu hektare tersebut, kata dia, setidaknya akan terdapat 14 pabrik baru untuk produksi gula. "Namun, memang masih sulit untuk menyaingi Thailand yang luasnya sekitar satu juta hektar, padahal Thailand negara yang luasnya jauh lebih kecil dibanding Indonesia," ujarnya. Dari segi teknologi produksi, Tito menyebut pabrik gula di Indonesia masih banyak yang menggunakan mesin-mesin peninggalan penjajahan Belanda. Produksi mesin tersebut hanya mampu mengolah tiga ribu bahan baku ton tebu per harinya. Sementara, pabrik-pabrik gula di Thailand memiliki kapasitas mengolah 13 ribu ton per hari. Oleh karena itu, AGI meminta, pemerintah mengupayakan peningkatan produksi gula, salah satunya dengan pengadaan mesin pabrik, setidaknya untuk mendongkrak kapasitas produksi hingga enam ribu ton per harinya. Namun, untuk peningkatan kualitas teknologi mesin pabrik juga, diakui Tito, memerlukan jangka waktu lima hingga tujuh tahun. "Begitu teknologi kita kalah tidak mungkin kita menang dalam persaingan. Kita berharap di MEA, dua komoditas ini tidak dimasukkan," ujarnya. Di bagian lain, dia mengatakan Indonesia seharusnya mampu untuk tidak melakukan impor gula dalam penyediaan stok nasional. Seperti untuk Gula Kristal Putih (GKP), yang masih! memiliki stok ketersediaan pada awal tahun 2014 mencapai 1,2 ! juta ton. Pada Maret 2014, AGI mengklaim ketersediaan stok GKP masih 900 ribu ton. Jumlah itu, kata Tito, belum ditambah daya produksi GKP nasional yang jika dilihat pada 2014 dapat mencapai 2,6 juta ton. Dengan begitu, Perum Bulog, kata dia, seharusnya tidak perlu untuk melakukan impor GKP lagi. Pemerintah juga diharapkan memperhatikan petani tebu, dengan segera menetapkan harga patokan petani untuk memberikan jaminan kelaikan harga kepada petani. "Jika ada jaminan pemerintah soal tingkat harga yang laik untuk petani mau produksi tebu, ini hal yang bagus untuk swasembada gula," ujarnya. (ant) | | | | BERITA TERKAIT | | | | |
|
| Source : http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/04/28/92644/industri_gula_terhambat_keterbatasan_lahan-teknologi/