Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh IBM, kurang dari 10 persen dari perusahaan yang disurvei tersebut mengaku telah mempersiapkan infrastruktur IT mereka agar bisa menghadapi tren teknologi yang berkembang dengan cepat. Perkembangan yang cepat ini dipicu oleh penyebaran perangkat mobile, media sosial, analisa data dan cloud computing.
Namun begitu, menurut studi tersebut, hanya tujuh dari 10 perusahaan yang benar-benar menyadari peran penting infrastruktur IT dalam menghadapi iklim kompetisi dan mengoptimalkan keuntungan serta pendapatan. Kebanyakan responden, sekitar 62 persen, berencana meningkatkan modal belanja infrastruktur IT mereka dalam kkurun 12 hingga 18 bulan ke depan.
IBM melakukan studi ini untuk memahami dengan lebih baik tren yang mempengaruhi infrastruktur IT dan tantan! gan yang akan dihadapi perusahaan dengan mengelola dan meningkatkan teknologi yang sudah ada. IBM juga ingin meneliti perbedaan cara yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan infrastruktur tersebut dalam berkompetisi.
"Dalam pembicaraan kami dengan para pemimpin teknologi perusahaan, transformasi bisnis dan teknologi akan menciptakan kebutuhan yang mendesak untuk membentuk komputerisasi infrastruktur yang mampu mendukung hasil bisnis mereka. Perusahaan inovatif jaman sekarang menyadari bahwa infrastruktur yang baik akan menghadirkan keuntungan yang kompetitif dan pertumbuhan yang lebih baik," ujar Senior Vice President IBM System & Technology Group, Tom Rosamilia, yang dikutip dari Cellular News, Selasa 20 Mei 2014.
Dalam studi tersebut, IBM menemukan sekitar 46% responden mengaku menghadapi tantangan untuk memindahkan data dalam jumlah besar secara efisien dan aman, dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sedangkan 43% lainnya mengaku ditantang unt! uk mengelola lingkungan yang aman, mampu mengurangi biaya seca! ra efektif dan meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan secara global.
Meski mereka mengerti arti penting infrastruktur IT, hanya 22% perusahaan yang memiliki strategi dan roadmap IT infrastruktur yang baik dan mumpuni.
Studi tersebut dilakukan IBM dengan melibatkan responden berupa pemimpin teknologi perusahaan. Responden-responden tersebut terdiri dari 750 direktur teknologi perusahaan dan eksekutif teknologi dari 19 industri di 18 negara. (ren)
Source : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/505934-banyak-perusahaan-tak-siap-hadapi-teknologi