Kamis, 12 Juni 2014 - 10:48 wib | Qalbinur Nawawi - Okezone
Memberikan Gadget pada anak (Foto: Dailyappshow) BANYAK orangtua kini memberikan gadget pada anak balita dengan dalih agar tidak rewel. Padahal, di usia tersebut perkembangan otak balita masih 50 persen.
Psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli,M. Psi, mengatakan tidak masalah jika orangtua memberikan fasilitas gadget. Asalkan, harus yang sesuai dengan kebutuhan anak.
"Anak kita kan lahir di era digital. Jadi, jika orangtua mengajarkannya, ya itu akan menuntun mereka untuk mudah adaptif atau memudahkan dia menyiapkan diri beradaptasi. Artinya apa? Sebenarnya, memberi gadget sejak lahir juga boleh, namun dengan catatan, orangtua tahu dulu manfaatnya," katanya d! alam talkshow serta re-launching Bebelac dengan Bebenutri Plus di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juni 2014.
Gadget, menurut dia, prinsipnya adalah alat canggih yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Karenanya, orangtua harus tahu fungsi gadget, apakah sebagai media belajar atau sekadar bermain . Namun, jika memberikan gadget agar anak tidak rewel, akibatnya mereka akan malas bergerak.
"Yang tidak boleh dari orangtua memberikan gadget itu over exposure (berlebihan-red). Dampaknya apa? Sensor motorik belum (optimal) dong, kan jarang garak. Asosiasi dokter anak di Indonesia menyarankan anak-anak boleh memakai gadget, itu waktunya satu sampai dua jam untuk anak pra-sekolah. Jadi, bisa dipakai panduan ini saja kalau anak Anda pakai gadget hanya untuk main game," tutupnya. (fik)
Source : http://lifestyle.okezone.com/read/2014/06/12/196/997666/catatan-jika-orangtua-ingin-beri-gadget-ke-balita