Oleh Alistair Barr dan Andy Pasztor
- Fasilitas milik Google.
Google berencana membelanjakan lebih dari $1 miliar untuk menghadirkan satelit yang berfungsi menyediakan akses Internet ke wilayah yang belum terjangkau sambungan tersebut ke pelbagai wilayah dunia.
Belum terdapat rincian pasti mengenai proyek tersebut. Namun, sekitar 180 satelit kecil berkapasitas besar yang memutari bumi pada ketinggian di bawah satelit tradisional akan menjadi perintis.
Upaya Google itu dipimpin oleh Greg Wyler, pendiri perusahaan rintisan di bidang komunikasi satelit, O3b Networks, yang baru-baru ini bergabung dengan mantan direktur teknologi O3b ke Google. Google pun mempekerjakan para insinyur dari perusahaan satelit Space Systems/Loral LLC untuk mengerjakan proyek tersebut.
Taksiran nilai mencapai $1 miliar hingga $3 miliar bergantung kepada rancangan akhir jejaring dan tahapan proyek berikutnya yang dapat menggandakan jumlah satelit. Berdasar atas pengalaman sebelumnya, ongkos dapat melambung.
More In teknologi
Proyek Google adalah upaya terbaru perusahaan asal Silicon Valley yang memperluas jangkauan Internet dari angkasa dengan bantuan perusahaan di darat. Google dan Facebook bergantung kepada para pengguna Internet baru di wilayah yang belum terjangkau jaringan demi mendongkrak pendapatan dan penerimaan.
Gawean Google yang bernama Project Loon melibatkan balon udara dalam menawarkan layanan pitalebar ke banyak wilayah terpencil dunia. Pada April, Google mengakuisisi Titan Aerospace, yang saat ini mengembangkan pesawat tanpa awak bertenaga solar guna mewujudkan konektivitas serupa. Facebook memiliki pesawat tanpa awaknya sendiri.
Seorang juru bicara dari Google mengatakan bahwa perusahaan kini berfokus dalam memungkinkan ratusan juta orang untuk terhubung dengan Internet. "Sambungan Internet meningkatkan perikehidupan manusia. Namun, sepertiga penduduk dunia belum memiliki akses terhadap [jaringan tersebut]," ujarnya.
Tim Farrar, kepala perusahaan konsultasi satelit, TMF Associates, berharap balon Project Loon nantinya akan diganti dengan pesawat tanpa awak Titan. Pesawat tanpa awak dan satelit saling melengkapi, ujarnya. Pesawat tanpa awak memungkinkan layanan Internet berkapasitas besar di wilayah lebih terpencil, dan satelit memberikan jangkauan lebih luas pada daerah dengan permintaan sambungan lebih kecil.
O3b, dengan Google sebagai pemodal awal, selama ini berupaya menyediakan sambungan Internet pitalebar melalui satelit. O3b telah lama berencana meluncurkan sekitar 12 satelit yang melayani dua belahan bumi.
Google berharap dapat meluncurkan lebih banyak satelit yang bobotnya lebih ringan.
Menurut perkiraan Farrar, sebanyak 180 satelit kecil dapat dilepas dengan ongkos minimum mencapai $600 juta.
Jika Google berhasil, "akan terjadi perubahan besar dalam urusan mendapatkan akses Internet dari mulai [negara-negara] Dunia Ketiga hingga wilayah pedesaan AS," ujar Jeremy Rose dari Comsys, perusahaan konsultasi satelit London.
—Dengan kontribusi dari Evelyn M. Rusli.
Source : http://indo.wsj.com/posts/2014/06/03/google-perluas-jaringan-internet-lewat-satelit/