ERIYANTI NURMALA DEWI/"PRLM"
ACARA "Takeda Indonesia Support Helathy Behaviour & Life Skill Through Sport Development Activities Youth & Adults Training of Trainer Program Phase 3" di SMP Labschool UPI Bandung.***
BANDUNG, (PRLM).- Hampir sebagian besar remaja saat ini sudah tergiring gaya hidup tidak sehat. Keseharian remaja dihabiskan dengan berjam-jam di warnet, main game, atau terpaku pada gadget. Padahal, usia remaja merupakan usia yang seharusnya banyak melakukan aktivitas dan memupuk hobi tertentu sebagai bekal keterampilan.
Untuk mengembalikan remaja pada aktivitasnya dan memupuk gaya hidup sehat, Takeda Indonesia selaku produsen vitamin C bekerjasama dengan ASA Foundation (Asian Sport Academy) mengadakan acara "Takeda Indonesia Support Helathy Behaviour & Life Skill Through Sport Development Activities Youth & Adults Training of Trainer Program Phase 3". Acara yang diikuti 400 siswa dan 40 guru, digelar di empat sekolah di Bandung, yaknni SMP 15, SMP 19, SMP 52, dan SMP Labschool UPI Bandung. Acara dibuka pertama di SMP Labschool UPI Bandung dan diikuti seluruh siswa kelas 7 yang baru menyelesaikan UAS.
Philip Cox, President Director Takeda Indonesia mengatakan, kegiatan ini diadakan dalam rangka pemberdayaan para siswa siswi melalui roadshow. Sedikitnya ada 12 kali kelas pelatihan dasar yang dilakukan para siswa.
Program-program tersebut, kata Cox, menggabungkan antara pendidikan kesehatan berupa "indoor participatory learning workshop" bersamaan dengan pelatihan sepak bola dan basket profesional. Pendidikan kesehatan dan gizi berfokus pada manfaat gaya hidup sehat seperti kebutuhan untuk mengonsumsi makanan sehat dilengkapi dengan vitami C setiap harinya serta untuk persiapan partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga.
Acara diikuti sebanyak 100 siswa. Dengan 10 orang guru dari setiap sekolah dan mengikuti 48 kali sesi pelatihan dengan maksimal. Materi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan dan gizi. Bersamaan dengan itu diberikan pelatihan sepak bola dan basket internasional.
Zidny, siswi kelas 7 SMP Labschool mengaku senang ikut kegiatan tersebut karena sebelumnya ia tidak ikut ekstrakurikuler olahraga. "Seneng sih, soalnya saya kan enggak ikut ekskul basket, pas ikutan acara ini jadi seru bisa basket," ujarnya.
Kepala SMP Lab School UPI Bandung, Abdullah mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena mengajak anak mengalihkan perhatiannya bukan lagi pada gadget dan internet tetapi pada aktivitas yang menjadikan anak dapat bersosialisasi (gaul) dengan rekan-rekanan seusianya
Hal sama disampaikan dosen FPOK UPI Abdul Jafar. Menurutnya, keceriaan dan kesenangan berlatih disempurnakan dengan penambahan wawasan siswa tentang pola dan gaya hidup sehat. Mulai dari pengaturan aktivitas, asupan makanan, dan bermain atau bersosialiasi sehingga para remaja tidak lagi terpaku pada kegiatan-kegiatan asosial seperti keasyikan main game. "Dengan cara seperti ini, siswa bergerak dan bermain sambil belajar," ujarnya.
Kegiatan-kegiatan seperti ini, kata dia, harusnya mengilhami perusahaan-perusahaan swasta nasional lain sehingga partisipasi perusahaan tersebut dapat dirasakan siswa di sekolah-sekolah. "Bahkan mereka berani mendatangkan khusus pelatih sepak bola dari Inggris untuk acara ini. Bagus kan dan harusnya jadi contoh," ujarnya. (Eriyanti Nurmala Dewi/A-147)***
Source : http://www.pikiran-rakyat.com/node/285002