Istimewa
Jakarta, HanTer - Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius Kosasih mengatakan, pada 11 Agustus 2014 mendatang akan dilakukan uji coba penerapan sistem e-ticketing di koridor I (Blok M-Kota). Pihak Transjakarta menargetkan, penerapan tiket elektronik sudah diberlakukan di 12 koridor pada 1 Januari 2015.
"Mulai 1 Januari 2015, seluruh koridor busway sudah harus pakai e-ticketing. Kita masih pakai kartu bank. Uji coba kita lakukan, tidak ada lagi tiket kertas. Nggak ada rekening bank juga nggak apa-apa, beli pre-paid-nya saja di enam bank tersebut," kata Kosasih, di Jakarta, kemarin.
Dirinya berharap, dalam satu pekan ini penumpang bus Transjakarta di koridor I segera membeli kartu elektronik atau e-card yang dikeluarkan enam bank besar di Indonesia. Keenam bank tersebut adalah Bank DKI, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mega.
Kosasih mengaku, masih banyak kendala yang dihadapi untuk! menerapkan e-ticketing. Bukan hanya terletak pada sulitnya mengubah perilaku pengguna bus Transjakarta dari tiket manual ke e-ticketing, tetapi pengguna mengaku kesulitan untuk isi ulang e-card tersebut.
Karena itu pihaknya sedang bekerja sama dengan enam bank yang mengeluarkan e-card untuk e-ticketing bus Transjakarta, yaitu untuk menyediakan fasilitas isi ulang yang ada di setiap halte bus Transjakarta.
Saat ini, lanjut Kosasih, pihaknya sedang menyediakan fasilitas isi ulang e-card di setiap halte bus Transjakarta. Fasilitas tersebut sudah ada di hampir semua halte bus Transjakarta di Koridor I. Sedangkan di halte-halte 11 koridor lainnya masih akan disediakan secara bertahap.
"Semua koridor harus pakai e-ticketing. Makanya kita akan sediakan fasilitas isi ulangnya. Kalau semua bisa isi ulang di loketnya, mereka bisa pakai. Nanti kita bersama enam bank sediakan fasilitas isi ulang," ujarnya.
Penyediaan fasilitas top up atau isi ulang e-card y! ang digunakan sebagai e-ticketing untuk seluruh koridor akan m! ulai dilakukan pada 18 Agustus mendatang secara bertahap.
Sementara, Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Pargaulan Butar-Butar mengatakan, penerapan sistem e-ticketing melalui e-card yang dikeluarkan beberapa bank terkemuka di Indonesia di seluruh halte akan dilakukan secara bertahap. Paling tidak, 220 halte di 12 koridor bus Transjakarta akhir tahun ini sudah memiliki sarana dan prasarana untuk penerapan sistem ini.
Pihak UP Transjakarta telah bekerja sama dengan bank yang mengeluarkan e-card, seperti e-money dari Bank Mandiri, Brizzi dari BRI dan Flazz Card dari BCA. Bank-bank tersebut akan menempatkan sales-nya untuk menjual e-card kepada para calon penumpang Transjakarta. E-card dijual kepada calon penumpang seharga Rp20.000 dengan saldo Rp20.000. Ada juga yang harganya Rp50.000, dengan saldo yang sama dengan harganya.
Untuk uji coba koridor I, mulai 11 Agustus, dan seluruh halte di Koridor I sudah memberlakukan e-ticketing. "Kami kan sudah melak! ukan sosialisasi sejak lama. Jadi kita akan berlakukan e-ticketing di sepanjang koridor Blok M hingga Kota. Yang belum punya tiket elektronik segera membeli e-card, yang dijual di halte-halte bus Transjakarta," ujarnya saat dihubungi Harian Terbit, Selasa (5/8)
Namun kebijakan ini belum bisa terintegrasikan dengan penumpang yang ingin menggunakan angkutan umum yang terintegrasi dengan busway, seperti Kopaja AC, Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).
Penumpang Kopaja AC, APTB dan BKTB harus membayar tiket masuk halte busway sebesar Rp3.500. Kemudian membayar tiket Kopaja AC, APTB dan BKTB saat menaiki transportasi umum tersebut. Akibatnya penumpang ketiga moda transportasi tersebut harus membayar biaya transportasi lebih malah dari sebelumnya, yaitu mencapai Rp8.500 per sekali perjalanan dari sebelumnya Rp5.000 per sekali perjalanan.
Menurutnya, penumpang ketiga transportasi itu memang harus bayar dua kali.! Satu kali saat masuk halte dan satu kali lagi saat naik ke transportas! i tersebut. Hal ini terpaksa dilakukan karena pihaknya ingin fokus menerapkan sistem e-ticketing dalam operasional bus Transjakarta.
"Kita ingin fokus dengan penggunaan e-ticketing. Secara bertahap kita akan berlakukan di semua koridor. Kalau tidak penumpang tidak dipaksa, maka sistem e-ticketing-nya nggak mulai-mulai," ujarnya.
(Sammy)Source : http://www.harianterbit.com/read/2014/08/06/6187/28/18/Transjakarta-Mulai-Berlakukan-Tiket-Elektronik