Oleh Eva Dou, Juro Osawa, dan Wayne Ma
- Reuters
- Pendiri Alibaba Jack Ma memberikan isyarat jempol saat roadshow IPO di Singapura, 16 September 2014.
Silicon Valley mendominasi Internet. Namun, penawaran saham perdana (IPO) Alibaba Group Holding Ltd mencerminkan pergeseran pusat industri teknologi dunia ke arah Asia.
Ketika saham raksasa e-commerce itu mulai diperdagangkan Jumat ini, empat dari 10 perusahaan Internet terbesar dunia berdasarkan nilai pasar akan berbasis di Asia. Jumlahnya naik dari hanya dua pada 2004, menurut S&P Capital IQ.
Jika digabungkan, nilai saham Alibaba, Tencent Holdings Ltd, Baidu Inc, dan JD.com Inc senilai kira-kira $426 miliar. Besaran tersebut mengambil asumsi nilai perusahaan Alibaba pada IPO sekitar $165 miliar.
Empat perusahaan Internet terbesar di Amerika Serikat (AS)—Google Inc, Facebook Inc, Amazon.com Inc, dan eBay Inc—mengantungi nilai pasar keseluruhan $797 miliar.
Tahun ini, sebanyak 26 perusahaan Internet lain berbasis Cina, Jepang, dan Korea Selatan sudah melakukan IPO. Total nilai IPO $4,45 miliar, menurut Dealogic. Alibaba diprediksi bakal menambah besaran IPO Asia ini sebesar $25 miliar. Di AS, sebanyak 21 perusahaan Internet yang menggelar IPO mencatatkan $3,2 miliar. Sedangkan sembilan perusahaan Internet di Inggris telah menyelesaikan IPO senilai total $4,7 miliar.
"Jika saya diminta menyebutkan tujuh perusahaan besar Internet sedunia dalam lima tahun mendatang, saya memilih Facebook, Google, Apple, Amazon, Tencent, Alibaba, dan Baidu," kata Jim Breyer. Ia merupakan salah satu pemain paling sukses di kancah modal ventura, dan dikenal sebagai investor awal Facebook.
Sekitar 45% dari nyaris tiga miliar pengguna Internet dunia berada di Asia, kata International Telecommunication Union. Menurut lembaga teknologi informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, lebih dari 500 juta orang online menggunakan telepon pintar di Cina. Jumlah pengguna media sosial di Asia-Pasifik diprediksi mendekati satu miliar orang pada akhir tahun. Angkanya nyaris lima kali lipat dari keseluruhan di Amerika Utara, kata firma penelitian Webcertain Group Ltd.
More In ekonomi & bisnis
Joseph Chen, CEO Renren Inc—firma jejaring sosial Cina senilai sekitar $1,2 miliar—menyatakan, "perusahaan besar diuntungkan ukuran Cina. Teknologinya sama. Namun, ketika Anda menerapkan di Cina, nilainya akan semakin besar."
Ada beberapa faktor yang mendorong perusahaan Internet Asia menuju sukses. Beberapa di antaranya adalah perbedaan bahasa, seperti di Korea Selatan, serta sensor media di Cina.
Di lain sisi, perusahaan-perusahaan Internet paling agresif di Asia tak terlalu kentara di AS. Mereka belum sanggup menyaingi gerakan produk AS, seperti Google, yang berani merambah Asia.
Bagaimanapun, kesuksesan ini berpeluang mendorong perusahaan Internet kuat Asia untuk menjadi lebih ambisius di lain tempat. Demikian kata Takeshi Idezawa, chief operating officer aplikasi percakapan Line Corp. Line memiliki lebih banyak pengguna di luar negeri asalnya, Jepang. Perusahaan itu berencana memperluas area pertumbuhan di luar negeri, sebelum pesaing asing menerobos masuk Jepang.
Line tengah mempersiapkan IPO di New York atau Tokyo. "Saya rasa kami sedang berada pada titik balik," kata Idezawa soal perusahaan Internet Asia.
Pendiri sekaligus Executive Chairman Alibaba, Jack Ma, pada Senin menyatakan perusahaan e-commerce Cina merencanakan ekspansi agresif di pasar AS dan Eropa sesudah IPO. Dalam surat kepada investor, ia menulis: "Sepuluh tahun silam, kami mengukur kemampuan sendiri berdasarkan seberapa besar kami mampu mengubah Cina. Di masa depan, kami akan ditanya soal seberapa besar perkembangan yang disumbangkan bagi dunia."
—Dengan kontribusi dari Eric Pfanner dan Carlos Tejada.
Source : http://indo.wsj.com/posts/2014/09/17/alibaba-bangkitkan-industri-internet-asia/