Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM.NUNUKAN,- Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Berau, Chaidar Syaifullah menyilahkan pelanggan untuk menyampaikan komplain, jika merasa ada kerusakan pada elektronik miliknya, akibat pemadaman listrik yang kerap terjadi beberapa bulan terakhir ini di Pulau Nunukan.
"Komplain pelanggan kami terima. Nanti ada dari tim kajian apakah benar dengan mati-matinya ini fatal dengan rusaknya elektronik? Silakan dilaporkan nanti ada kajian, kita juga ada tim ahli. Lapor ke PLN," ujarnya.
Chaidar mengaku 24 jam berkantor di Kantor PT PLN Rayon Nunukan. "Sementara kantor operasional area di Nunukan, ini untuk menemani teman-teman di sini," ujarnya.
Soal krisis listrik yang terjadi di Pulau Nunukan, Chaidar menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung saat ini belum bisa beroperasi. Kapan PLTMG Sebaung kembali menyuplai listrik kepada masyarakat? "Tergantung suplai gas dari Pertamina. Kalau memang Senin, berarti Senin. Semua PLTMG di sana, engine kita sudah stand by. Berapapun yang dispulai gas, kita bisa jalan. Walaupun sedikit, satu unit kita bisa jalan," ujarnya.
Dia berharap, paling lambat Senin Pertamina sudah bisa menyuplai gas sehingga pada hari yang sama PLTMG Sebaung juga beroperasi.
"Sudah melistriki, menggunakan daya ke masyarakat. Artinya kita sudah suplai ke masyarakat," ujarnya.
Dia memastikan, tidak benar pemadaman akan dilakukan hingga 11 September mendatang. Asalkan kompresor milik PT Pertamina sudah bisa menyuplai gas, PLTMG Sebaung juga akan beroperasi.
Saat ini untuk melayani masyarakat di Pulau Nunukan, PT PLN menggunakan 7 unit mesin yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal. Dengan kemampuan daya hanya 2 megawatt (MW) sementara beban puncak di Pulau Nunukan bisa mencapai 10 MW, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman dengan pola 12 jam padam dan 6 jam hidup.
"Cuma kita berupaya, bagaimana pelanggan umum kita dahulukan. Tetapi kita tidak juga mengeyampingkan pelanggan besar, bisnis dan hotel. Cuma masalahnya karena keterbatasan daya di pembangkit hanya 2 MW, sehingga saat ini mungkin kita membuat pemadamaan secara bergilir," ujarnya.
Awalnya, kata dia, pemadaman hanya dilakukan selama delapan jam. Saat itu diharapkan pelanggan besar mengoperasikan sendiri genset yang mereka miliki. Namun karena keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), sehingga para pelanggan besar juga mengharapkan listrik dari PT PLN.
"Sehingga dengan beban masuk, pemadaman semakin besar sampai 12 jam. Sehingga kita buat pemadaman secara bergilir," ujarnya.
Sejak beroperasinya PLTMG Sebaung, PT PLN memutus sewa penggunaan mesin dari pihak ketiga PT Arena Maju Bersama. Harapannya, dengan pemutusan sewa dimaksud bisa dilakukan pengurangan pemakaian BBM.
"Dengan harapan kita bisa dispulai full dari gas, sehingga dengan itu sewa kita hentikan, tidak lagi menggunakan mesin sewa," ujarnya.
Meskipun tidak lagi menyewa mesin pihak ketiga, PT PLN tetap memiliki mesin di PLTD Sungai Bilal, yang bisa beroperasi maksimal 2 MW.
Source : http://www.tribunnews.com/regional/2014/09/05/elektronik-rusak-silahkan-mengadu-ke-pln