| | | Berita Terkini Hari Ini | Kamis, 25 Sep 2014 23:42 WIB Kepala Daerah yang Ditangkap KPK Diduga Hendak Suap Penegak Hukum Kamis, 25 Sep 2014 23:39 WIB Disdik DKI: Tak Ada Kewajiban Siswi di Sekolah Memakai Jilbab Kamis, 25 Sep 2014 23:35 WIB Jika Pilkada DPRD Disahkan, Ridwan Kamil akan Gugat ke MK Kamis, 25 Sep 2014 23:34 WIB Mahkamah Partai Batalkan 2 Kepengurusan PPP, Hanya Akui Duet SDA-Romi Kamis, 25 Sep 2014 21:28 WIB Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Harusnya Kurang dari Rp 10 Triliun Kamis, 25 Sep 2014 20:45 WIB Waspada Ancaman 'Lehman Brothers' di Indonesia Kamis, 25 Sep 2014 20:07 WIB RI Dapat Utang Luar Negeri Rp 4 Triliun dari ADB Kamis, 25 Sep 2014 19:42 WIB Tahun Ini, Negara Habiskan Rp 32 Triliun Untuk Perjalanan Dinas PNS Kamis, 25 Sep 2014 19:27 WIB Pajaknya Banyak, Obligasi Korporasi Tidak Berkembang Kamis, 25 Sep 2014 18:36 WIB IHSG Seharian Positif, Melaju 27 Poin Kamis, 25 Sep 2014 16:05 WIB Dahlan Iskan: BPK Tetap Audit Keuangan BUMN Kamis, 25 Sep 2014 15:51 WIB Ditanya Pembekuan Petral, Jokowi: Belum Sampai ke Sana Kamis, 25 Sep 2014 15:45 WIB Harga Lembu Di Sumut Capai Rp10 Juta/Ekor Kamis, 25 Sep 2014 15:43 WIB Versi Termurah Galaxy Alpha Dihargai Rp 4 juta Kamis, 25 Sep 2014 15:40 WIB RUU Pilkada Ini Peta Kekuatan Terakhir Jelang Paripurna RUU Pilkada Kamis, 25 Sep 2014 15:37 WIB Anggaran Rapat Pemerintah Bengkak Karena Sering Gunakan Hotel Berbintang Kamis, 25 Sep 2014 15:33 WIB Ikut BPJS Bisa Dapat Pinjaman DP Kredit Rumah Hingga Rp 50 Juta Kamis, 25 Sep 2014 15:30 WIB Selain RUU Pilkada, DPR Hari Ini Sahkan RUU Keperawatan dan Jaminan Produk Halal Kamis, 25 Sep 2014 14:43 WIB Pandangan Bank Sentral Jerman Soal 'Perang' Bunga Deposito di Indonesia Kamis, 25 Sep 2014 14:40 WIB Pembebasan Lahan Tol Medan-Binjai Tunggu Restu Dahlan Iskan Kamis, 25 Sep 2014 14:34 WIB Upah Buruh Lebih Murah dibanding DKI, Jateng Akan Diserbu Industri Padat Karya Kamis, 25 Sep 2014 14:31 WIB Pemerintah Mesti Bantu Rakyat Jangan Terjebak Properti Kamis, 25 Sep 2014 13:14 WIB Aptri Berharap Pemerintah Beli Gula Petani Kamis, 25 Sep 2014 12:50 WIB Pemkot Binjai Terima 56 Cpns Kamis, 25 Sep 2014 12:28 WIB Wni Tewas Tertimpa Besi Di Malaysia | | E-paper | | | | Foto Berita | | | | Kurs Valuta Asing | | Mata Uang | Beli | Jual | | USD | 11,920.00 | 11,950.00 | | SGD | 9,407.30 | 9,446.75 | | JPY | 10,905.00 | 10,965.00 | | MYR | 3,668.15 | 3,707.38 | | CNY | 1,938.00 | 1,951.15 | | THB | 369.37 | 373.44 | | HKD | 1,537.50 | 1,541.90 | | EUR | 15,224.25 | 15,287.65 | | AUD | 10,551.65 | 10,602.15 | | GBP | 19,445.15 | 19,543.05 | | Last update: 25 Sep 2014 09:00 WIB |
|
| | Terkini | | | Kamis, 25 Sep 2014 10:03 WIB - http://mdn.biz.id/n/119701/ - Dibaca: 57 kali BI: Kesadaran Masyarakat Gunakan Uang Elektronik Rendah | | "Penyebabnya, mayoritas masyarakat lebih percaya dengan uang tunai. Mereka juga belum memahami keberadaan instrument non-tunai," katanya, di Surabaya, Kamis. Di sisi lain, ungkap dia, pihaknya juga belum mengetahui dan menentukan kapan akan membuat kebijakan yang menggabungkan perbankan dalam hal infrastruktur penggunaan uang elektronik. Hal itu dikarenakan BI masih menunggu berbagai prosedur dan kesepakatan antarperbankan. "Oleh sebab itu, saat ini kami lebih memilih melakukan kampanye Gerakan Nasional Non-Tunai. Kami tidak hanya menggandeng perbankan tetapi juga sosialisasi ke kalangan akademisi sebagai alat edukasi ke masyarakat umum," ujarnya. Sementara, sebut dia, hingga kuartal II tahun 2014 realisasi uang elektronik yang digunakan orang Indonesia masih di bawah nominal Rp12 miliar. Besaran tersebut diperoleh dari jumlah transaksi sebanyak 25 juta di penjuru Nusantara. "Dengan uang elektronik itu, memiliki nilai tersimpan atau prabayar di mana sejumlah nilai uang disimpan pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran dengan berbagai macam jenis pembayaran," katanya.Menyikapi penggunaan uang elektronik (non-tunai) di Surabaya, Kepala Kantor Fungsional Consumer Card Bank BCA Surabaya, Tommy Kurniawan Purnomo, menambahkan, pihaknya sudah melakukan gerakan non tunai sejak tahun 2007 sampai sekarang. "Namun, tanggapan masyarakat masih belum maksimal untuk menggunakan uang elektronik," katanya. Padahal, kata dia, perseroan sudah menyiapkan berbagai program dan infrastrukturnya pendukung pengoptimalan gerakan non tunai tersebut. Akan tetapi, perilaku masyarakat memang belum banyak mengalihkan transaksinya ke uang elektronik. "Meski demikian, kami telah memberikan berbagai fasilitas non tunai kepada nasabah Bank BCA. Mulai dari kartu kredit, kartu ATM dan atau kartu debet, serta kartu Flazz," katanya. Bahkan,! lanjut dia, ada pula berbagai program untuk meningkatkan peng! gunaan uang elektronik dan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu juga telah dilakukan. Seperti, promo untuk pedagang dan pembeli di dua mal grosir di Kota Surabaya hingga pembayaran pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. "Yang pasti, kami sudah menyiapkan instrumen gerakan non tunai di berbagai kategori. Tapi sampai sekarang, ya ada pemegang kartu aktif dan ada yang tidak aktif," katanya.(ant) | | | | Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang | | | | | BERITA TERKAIT | | | | | |
|
| Source : http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/09/25/119701/bi_kesadaran_masyarakat_gunakan_uang_elektronik_rendah/