- Detail
- Dibuat: 20 September 2014 Ditulis oleh Nurani
Mastercard meluncurkan KTP elektronik yang pertama di Nigeria, benar-benar mewujudkan impian satu kartu di tangan bisa dipakai melanglang buana.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan pekan lalu menjadi warga negara Nigeria pertama yang menerima ID Card atau KTP elektronik, sistem identitas terbaru yang diciptakan MasterCard Group ini dalam waktu dekat juga akan meluncurkan lebih dulu bagi 13 juta penduduk Nigeria.
Saat ini, sudah ada beberapa negara mulai menerapkan sistem identitas elektronik yang memuat informasi warga masing-masing negara, dan ini merupakan bentuk kerjasama komprehensif yang pertama bagi kelompok keuangan global dengan pemerintah nasional di bidang ini. Menurut penuturan BBC Inggris, jika rencana ini lolos dalam pemilihan yang akan segera tiba, maka semua warga negara dewasa Nigeria akan mendapatkan kartu identitas elektronik milik mereka masing-masing pada 2019 mendatang.
Dalam sebuah pernyataannya, Mastercard Group mengatakan, kartu identitas elektronik yang diluncurkan ditanami dengan chip EMV di dalamnya, sebelumnya, karena sebagian besar warga Nigeria tidak memiliki rekening bank, sehingga ketika mengajukan pinjama kredit di bank umumnya ditolak. Jadi, pemerintah Nigeria berharap jasa keuangan melalui kartu elektronik terbaru ini akan mendorong lebih banyak warga agar dapat menerima layanan perbankan.
Sehubungan dengan itu, MasterCard mengatakan, "Warga Nigeria dapat menabung, menikmati kesejahteraan sosial melalui kartu ID elektronik, dan dapat melakukan pembayaran serta layanan komersial elektronik. Selain itu, mereka juga dapat melakukan pembayaran atau menarik uang tunai melalui ATM di seluruh pelosok Nigeria dan di 210 negara yang menerima jasa layanan MasterCard."
Selain itu, Mastercard sebelumnya juga telah mencapai kesepakatan kerjasama serupa dengan instansi pemerintah termasuk Pakistan, Turki juga Kanada, dan melalui kerjasama ini Mastercard juga telah menerbitkan kartu prabayar sejenis kepada penduduk setempat dari masing-masing negara.
Sementara itu pihak MasterCard mengungkapkan, jika ingin mengajukan kartu identitas elektronik, setiap warga Nigeria yang telah berusia 16 tahun diwajibkan untuk melampirkan ke 10 sidik jari pemohon, foto dan pindaian retina mata. Jika permohonan bersangkutan dikabulkan, maka kartu identitas elektronik ini akan memuat seluruh informasi dasar dari pemohon, termasuk tanggal lahir, catatan kematian, asuransi kesehatan, catatan voting, informasi pajak, dan SIM serta informasi terkait lainnya.
"The Nigerian Identity Management Commission mengatakan, bahwa kelak di masa depan warga Nigeria dapat menggunakan kartu ID elektronik tersebut sebagai dokumen perjalanan atau paspor saat bepergian ke negara Afrika Barat.
Sekadar catatan, sekitar satu dekade lalu, Nigeria pernah meluncurkan sebuah sistem ID sejenis, tetapi karena orang-orang memberikan suara menentang dan sistem tidak dapat diandalkan hingga akhirnya tidak ditindaklanjuti. Sementara itu, penulis di media teknologi AS Adam Oxford mengatakan, bahwa saat ini Nigeria telah menjadi salah satu perekonomian paling penting di benua Afrika, oleh karena itu pemerintah Nigeria sangat mengharapkan lepas dari kesan keuangan negatif negeri tersebut di kancah internasional.
Namun demikian, rencana tersebut tetap saja memicu cukup banyak pertentangan. Staf dari lembaga privasi hak sipil Nigeria, Anna Crowe mengatakan, "Dengan menggunakan database yang terpusat untuk mengelola informasi-informasi ini dapat secara sempurna mengumpulkan data sepanjang hidup seseorang, dan cara seperti ini bersifat serangan terhadap privasi seseorang."
Terkait ini, pihak MasterCard menjelaskan, "Anda hanya akan berhubungan dengan informasi terkait keuangan, tidak akan mengumpulkan informasi biometric pengguna yang tersimpan di dalam KTP elektronik."
Terbetik berita, bahwa pemerintah India sebelumnya juga pernah berusaha menerapkan sistem identitas baru yang serupa, namun dalam proses implementasinya mengalami kendala. Selain itu, pemerintah Mesir juga pernah mengaktifkan program terkait pada dua tahun lalu, namun, hingga saat ini belum membuat kemajuan yang signifikan. Sementara itu, pemerintah Malaysia dan Indonesia telah mencapai keefektifannya dalam hal ini. (tech.qq/jhon/ran)
Source : http://erabaru.net/headline/9892-kelak-transaksi-bank-hanya-menggunakan-ktp-elektronik