Ilustrasi kebakaran

Kebakaran terjadi menjelang pagi tadi saat Ngatimin (50) dan putrinya Erika Yulianti (17) terlelap di lantai dua gedung. Semula keduanya tak sadar api membakar ruangan di lantai satu. Api terus membesar menyebabkan seluruh gedung dipenuhi asap.
Saat itulah ibu dan anak tersebut terbangun karena tidak bisa bernapas. Mereka pun panik karena api sudah membakar barang-barang yang berada di lantai dua. Tanpa pikir panjang, Erika langsung keluar rumah dengan melompat dari lantai dua gedung.
Sementara Ngatimin berusaha menyelamatkan uang tunai Rp250 juta dari dalam toko. Uang tersebut merupakan hasil penjualan barang elektronik selama tiga hari terakhir. Sayangnya, usaha tersebut tak membuahkan hasil, karena api ! semakin membesar hingga memaksa Ngatimin mengikuti jejak putrinya.
"Pemilik gedung dan putrinya melompat dari lantai dua. Keduanya selamat meski mengalami luka," ujar seorang warga, Jaelani, saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (6/10/2014).
Dia menceritakan, warga sekitar mengetahui adanya kebakaran setelah mendengar jeritan minta tolong dari ibu dan anak pemilik toko. Warga langsung bergerak cepat menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
"Ada sekira 12 unit pemadam yang datang. Tapi, api susah dipadamkan, karena banyak barang elektronik di dalam gedung," ujarnya.
Setelah dua jam berjibaku, barulah petugas pemadam berhasil memadamkan api. Kebakaran tersebut menyebabkan isi gedung hangus, termasuk dua unit sepeda motor yang berada di dalam. Dia menduga korban mengalami kerugian miliaran rupiah.
"Selain barang-barang elektronik, uang tunai sebesar Rp250 juta serta dua sepeda motor ikut ludes terbakar," pungkasnya. (ris)! p>
Source : http://news.okezone.com/read/2014/10/06/340/1048773/toko-elektronik-terbakar-rp250-juta-jadi-abu