Mengajar Generasi Z, Dosen Harus Manfaatkan Gadget (Ilustrasi : Reuters)
JAKARTA - Tidak semua dosen mampu berbagi ilmunya kepada para mahasiswa dengan baik. Padahal secara akademis dosen tersebut memiliki pengetahuan yang sangat luas.
Menyadari hal tersebut, Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional (P3AI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti). Acara rutin tahunan itu mengundang 56 dosen baru lintas jurusan.
"Pelatihan ini digelar untuk membekali dosen baru dalam proses perkuliahan. Sebab umumnya, sebagian dosen hanya memiliki ilmu tapi tidak bisa menyampaikan secara lugas kepada mahasiswa,'' tutur Ketua P3AI ITS Syamsul Arifin, seperti dinukil dari ITS Online, Jumat (7/11/2014).
Syamsul mengatakan, pembekalan yang diberikan berupa materi dalam merancang pembelajaran yang melibatkan media online dan offline. Selain itu, tata cara pembuatan dropbox, iCloud dan google drive juga diberikan kepada peserta untuk mendukung proses pembelajaran. Pemanfaatan e-learning juga disampaikan untuk meningkatkan proses mengajar dalam pelatihan ini.
''Mahasiswa sekarang adalah generasi Z sehingga membutuhkan gaya belajar yang sesuai. Generasi Z adalah generasi digital yang berbasis media seperti gadget, sosial dan teknologi. Oleh karena itu diharapkan pelatihan ini membuat para dosen pendidik bisa menyesuaikan dengan gaya belajar mahasiswa," paparnya.
Dia mencontohkan salah satu penyesuaian metode ajar dosen dengan gaya belajar mahasiswa adalah penggunaan media online saat terjadi lampu padam. Misalnya, memanfaatkan facebook dan email sebagai untuk membuat mahasiswa merasakan kontak dengan pendidik.
Tak hanya itu, penerapan teknik mengajar Student Center Learning (SCL) juga menjadi materi pembekalan. Menurut Syamsul, teknik tersebut membuat sistem pembelajaran yang diberikan dosen menjadi terkini.
''Kalau dulu dosen yang mengajar lalu mahasiswa belajar. Sekarang dosen dan mahasiswa harus sama-sama belajar,'' imbuh dosen Jurusan Teknik Fisika tersebut.
Salah seorang dosen yang menjadi peserta, yakni Dewanti Anggrahini mengaku merasakan manfaat dari pelatihan tersebut. Setelah 1,5 tahun mengajar, dia bisa mengetahui kekurangan dalam metode ajar yang diterapkan selama ini sehingga akhirnya bisa menemukan solusi untuk mengatasinya.
"Saya berencana untuk mengevaluasi sistem pembelajaran yang saya gunakan selama ini. Mungkin selanjutnya ada pembekalan yang lebih lanjut sehingga materi yang didapat kali ini bukan hanya dasarnya saja,'' kata Dewanti.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh Dosen Jurusan Sistem Informasi ITS, Eko Wahyu Tyas. Pelatihan itu membuatnya dapat menyusun strategi dalam perencanaan pembelajaran sebelum turun mengajar.
''Karena pengajar yang baik tidak hanya membuat mahasiswa mengusai materi. Namun lebih mempersiapkan mahasiswa agar bisa terjun di masyarakat,'' urai Eko.
Source : http://news.okezone.com/read/2014/11/07/65/1062377/mengajar-generasi-z-dosen-harus-manfaatkan-gadget