"Teknologi kita di bidang konstruksi dan infrastruktur sudah sangat memadai. Karena itu saya mengharamkan para kontraktor mengimpor teknologi dari luar negeri, kalau teknologi itu sudah tersedia dan diproduksi di dalam negeri," ujar dia di kantor Pusat Kementerian PU Pera, Jakarta, Jumat (28/11).
Teknologi sektor konstruksi tersebut, lanjut Basuki telah diteliti dan dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PU-Pera).
Teknologi tersebut tidak hanya dikembangkan oleh Balitbang PU-Pera tetapi juga oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi maupun pengembang swasta.
"Contohnya seperti precast (beton pracetak) yang sudah diproduksi oleh WIKA. Itu kan teknologi juga. Bisa dimanfaatkan daripada impor dari luar," tegasnya.
Basuki pun mene! gaskan Balitbang PU-Pera harus dapat lebih giat lagi mengembangkan hasil-hasil karyanya berupa teknologi konstruksi yang dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hari ini juga tengah berlangsung acara Seminar Produk Litbang PU di Kantor Pusat Kementerian PU Pera. Acara yang berlangsung di Ruang Pendopo dan Sapta Taruna Kementerian PU-Pera, Kamis (27/11/2014) dan Jumat (28/11/2014) tersebut memaparkan hasil-hasil karya konstruksi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam acara yang berisi rangkaian acara dari mulai Peluncuran Produk Litbang PU, Pameran Produk Litbang PU, Pulsa atau Menggali solusi bersama tenaga ahli PU perihal masalah infrastruktur, ini juga sekaligus memamerkan berbagai produk yang telah dihasilkan oleh Balitbang PU Pera.
Adapun peluncuran 20 buku yang diterbitkan oleh Balitbang PU tahun ini terdiri dari 19 buku ilmiah populer dan satu buku Sari-Iptek tahun 2009-2014.
Dari delapan buku terbaik, tiga di antara! nya adalah Perencanaan Teknis Jembatan Balok Pelengkung Bentan! g Panjang, Teori Psikologi Sosial dalam Permukiman, Mekanisme Keruntuhan Cabut pada Dinding Tanah Merah yang Diperkuat Geogrid, yang akan dibedah pada acara peluncuran ini.
Ada pula gerai pameran yang diisi oleh Puslitbang Sumber Daya Air (Pusair), Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Puslitbang Permukiman (Puskim), Puslitbang Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan (Pussosekling), dan Sekretariat Balitbang (Setba).(dtc)
Source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/11/28/132421/menteri-basuki-haramkan-perusahaan-konstruksi-impor-teknologi/