Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahamd
POS KUPANG.COM, MBAY -- Australia Indonesia Youth Association menawarkan kerja sama teknologi Web 2.0 melalui Proyek UniBrigde kepada STKIP Nusa Bunga Floresta, Rabu (3/12/2014).
UniBRIDGE adalah salah satu proyek yang memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi -perguruan tinggi di Austarlia dan Indonesia untuk membangun hubungan kerja sama.
Direktur Australia Indonesia Youth Association, Christopher Hall dalam kunjungannya ke Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( STKIP) Aeramo, Nagekeo, Rabu (3/12/2014) , mengatakan,
mengatakan UniBRIDGE adalah salah satu proyek yang memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi -perguruan tinggi di Austarlia dan Indonesia untuk membangun hubungan kerja sama.
Christopher Hall yang saat itu diterima Pimpinan STKIP Nusa Bunga Florasta - Nagekeo,Mans Mandaru di ruang kerjanya, mahasiswa di Australia dan Indonesia dapat berkomunikasi langsung dan bertukar informasi tentang pengetahuan maupun budaya menggunakan teknologi Web 2.0.
"Yang paling penting dari teknologi Web 2.0 adalah video konferensi, perangkat lunak pendidikan, blackboard kolaborasi. Interaksi secara online/langsung antara mahasiswa dan mahasiswi dapat dilakukan berhadapan satu dengan satu atau dalam kelompok-kelompok kecil,"kata Hall
Dikatakan Hall dalam kerja sama ini Mahasiswa dan Dosen Indonesia dapat belajar Bahasa Inggris secara baik begitu pula Mahasiswa di Australia dapat belajar Bahasa Indonesia.
Untuk mengatur sistem yang lebih adil, katanya, dalam program ini peserta harus menggunakan waktu komunikasi 50 % dalam bahasa Indonesia dan 50 % dalam bahasa Inggris.
Mahasiswa didorong menggunakan inisiatif pribadi dan mengatur pertemuan online dengan peserta dari Australia.
Mahasiswa dapat diajarkan oleh para dosen dari kampus atau perguruan tinggi mereka sendiri.
Diungkapkan Hall, beberapa lembaga telah mulai menggunakan UniBRIDGE dalam kurikulum lembaganya. Sebagai contoh, tugas -tugas diskusi dan pembicaraan UniBRIDGE secara online dengan pembicara luar negeri seperti Australia dan dalam berbahasa Inggris dapat direkam dan diulang kembali oleh guru atau dosen.
UniBRIDGE, demikian Hall, didukung secara penuh oleh Australian Departemen of Foreign Affairs (DEAT)/Kementerian Luar Negeri Australia melalui Lembaga Australia-Indonesia.
Tahan 2012, demikian Hall, telah ada kerja sama antara Charles Darwin University dan Universitas Nusa Cendana, tahun 2013 Universitas Sunshine Coast , Murdoch University dan Undana
serta Tahun 2014 USC, Murdoch, Perkumpulan Pemuda Australia - Indonesia (AIYA) dan Undana, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW)
Dari kegiatan ini, lanjut Hall, memberi manfaat bagi Mahasiswa dalam
menambah pengetahuan antar budaya, menambah kemampuan serta keahlian bahasa juga menambah pengetahuan tentang teknologi informasi
Sementara untuk lembaga katanya, memperbaiki penampilan mahasiswa dalam bahasa Inggris, menambah relasi kerja sama dengan perguruan tinggi di Australia, Hal menjelaskan, program ini memungkinkan persahabatan yang lebih dekat dengan Perguruan tinggi di Australia dan ke depan memungkinkan UniBRIDGE menjalankan program lain seperti program studi dalam kampus yang diselenggarakan pada Undana untuk mahasiswa dari Charles Darwin University dalam bulan Juni-Juli 2014.*
Source : http://kupang.tribunnews.com/2014/12/06/australia-tawarkan-kerja-sama-teknologi-unibridge-ke-stkip-nusa-bunga