WARTA KOTA, GUNUNG SAHARI - Akhir tahun seringkali dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mengganti peralatan elektronik. Di tengah naiknya harga BBM dan tidak stabilnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing, ternyata tidak menjadikan harga alat elektronik membumbung tinggi.
Liefung, pedagang barang-barang elektronik di Pasar Mangga Dua, Jakarta Pusat misalnya, kepada Warta Kota, perempuan ini mengatakan kenaikan harga BBM dan kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing tidak memberikan dampak terhadap bisnisnya.
"Nggak ada kenaikan, pokoknya dari kemarin kami tetap stabil. Kalau yang terpengaruh sama dolar biasanya laptop atau komputer," ujar Liefung yang ditemui di tokonya, Jumat (26/12/2014) siang.
Pemilik toko Setia Mandiri ini mengatakan untuk AC merk Sharp 1 PK misalnya. Ia mengatakan, harga berada pada sekitar Rp 3 juta. Sedangkan untuk merk Changhong harganya sedikit lebih murah, yakni Rp 2 jutaan.
Sementara untuk alat-alat elektronik lain, Liefung mengatakan harganya standar. Kemungkinan naik, kata dia, masih beberapa bulan lagi.
"Yang jelas nggak akan seminggu dua minggu naik ya, mungkin sebulanan. Tapi itu juga naiknya masih wajar ya sekitar Rp 100.000-an lah," ujar Liefung.
Meski begitu, perempuan berpakaian putih ini menjelaskan, belum mengetahui kepastian kapan kenaikan harga barang. Karena harganya tidak didasarkan pada nilai tukar mata uang.
Pedagang lainnya, Irfan, mengatakan hal serupa. Hingga saat ini, katanya, belum ada kepastian naik atau tidaknya karena tergantung pada pasaran.
Meski begitu, pantauan Wartakotalive.com di lokasi, pasar elektronik tidak terlalu ramai pengunjung di akhir tahun ini. (Agustin Setyo Wardani)
Source : http://wartakota.tribunnews.com/2014/12/26/harga-elektronik-di-mangga-dua-masih-stabil