Tahun ini, perusahaan internet asal Tiongkok mengambil bagian cukup besar di pasar internet global. Bahkan, empat perusahaan internet Tiongkok telah masuk ke dalam posisi 10 besar.
Dalam kurun pertengahan pertama tahun ini, sebanyak 44 perusahaan internet bersaing di media digital. Pendapatan yang dihasilkan di ranah ini mencapai US$85,9 miliar. Percaya atau tidak, sebanyak 31,4 miliar berasal dari Google.
Amazon, perusahaan internet terbesar kedua di dunia berhasil membukukan revenue (pendapatan) US$10,3 miliar dari digital media. Angka ini masih kurang sepertiga dari pendapatan Google. Sementara itu, Facebook dan Tencent mendapatkan US$5,4 miliar.
Index Digital Media Per Kuartal yang digelar Strategy Analytics menemukan bahwa per! tumbuhan revenue meningkat di bisnis advertising, video, musik, game, sosial media, dan jaringan penghantar konten. Semua data itu didapat dari 44 perusahaan yang tergolong sudah masuk kategori perusahaan publik.
Laporan index itu mengatakan bahwa perusahaan asal Tiongkok merangkak naik dalam beberapa posisi. Empat dari 10 perusahaan itu adalah Qihoo, Baidu, Tencent, dan Sina.
Qihoo, perusahaan penyedia software keamanan internet mampu menaikkan revenue perusahaannya sampai 123 persen menjadi US$582 juta. Sangat dekat dengan pertumbuhan Twitter yang 122 persen dan jauh dari peningkatan revenue Facebook yang hanya 66 persen.
Perusahaan Tiongkok lainnya, Baidu, Tencent, dan Sina meningkatkan pendapatannya masing-masing 56 persen, 43 persen, dan 36 persen.
"Pasar internet di Tiongkok juga memberikan tantangan tersendiri bagi perusahaan internet Amerika. Mereka harus mengalahkan dominasi historis, dimana perusahaan tuan rumah m! erajai. Faktanya, penduduk Tiongkok berjumlah 2,5 kali dari po! pulasi Amerika. Meski perusahaan Amerika bisa berjaya di beberapa negara lain, kesuksesan mereka menaklukkan Tiongkok masih menjadi pertanyaan," ujar Direktur Digital Media dari Strategy Analytics, Michael Goodman, seperti dikutip Telegraph, Selasa 9 Desember 2014.
Yahoo merupakan satu-satunya di antara 10 perusahaan itu yang mengalami penurunan revenue. Pendapatannya turun tiga persen menjadi hanya US$2,2 miliar untuk tengah pertama tahun ini.
Secara keseluruhan, menurut Strategy Analytics, pasar internet tumbuh 17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini, dipicu meningkatnya sektor game sebesar 26 persen dan 24 persen untuk video. Semua berkat Netflix yang mampu meningkatkan pendapatannya di paruh pertama tahun ini sebanyak 24,7 persen menjadi US$2,6 miliar.
Namun begitu, semua perusahaan masih mengandalkan pendapatan dari iklan digital. Kontribusi iklan digital mencapai 77 persen dari total penjualan digital media di hamp! ir seluruh perusahaan internet. Google mengandalkan 90 persen revenue-nya dari iklan, Facebook sebesar 91 persen dan Baidu mencapai 100 persen. (asp)
Source : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/566833-pasar-internet--tiongkok--bayangi--amerika