INILAHCOM, Padang - PT Bank Mandiri Tbk mengungkapkan penggunaan uang elektronik masih rendah. Vice Presiden Electronic Banking PT Bank Mandiri Tbk Budi Hartono mengatakan penggunaan uang elektronik baru 25 persen.
"Konsumsi baik governance spending dan masyarakat Indonesia terbesar se Asean. 85 persen dalam bentuk uang cash," ujar Budi saat diskusi Mandiri Munuju Bank Terbaik Asean 2020 di Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/12/2014).
Budi mengatakan ukuran negara tetangga, Indonesia kalah jauh dalam penggunaan uang elektronik, misal Malaysia penggunaan uang tunai kurang dari 50 persen. Begitupula dengan Kenya yang negara perang saudara, kata dia, 1/4 dari gross domestik produk berasal dari transaksi elektronik.
"Penggunaan uang elektronik untuk memudahkan negara melakukan pencatatan dan kalau uang tunai itu biayanya mahal," jelas dia.
Ia juga menerangkan penggunaan uang elektronik dapat mencegah transaksi pencucian uang dan korelas! i korupsi. "Dengan pertumbuhan sedikitnya 10 persen uang electronik dapat menekan 5 hingga 10 persen perilaku korup uang kertas dan money loundy," tutu dia. [aji]
Source : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2162148/penggunaan-uang-elektronik-masih-rendah