Teknologi Alternatif Kincir untuk Budidaya Udang - Inilah.com

Diposting oleh blogekiyai on Kamis, 04 Desember 2014

INILAHCOM, Surabaya - Revitalisasi tambak rakyat PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) dalam program Kampung Vannamei (KaVe) menawarkan solusi teknologi alternatif kincir rangkai dalam budidaya udang. Seperti apa?

Tambak udang Vanamae dengan tingkat teknologi Intensif penggunaan kincir air mutlak diperlukan karena pada tebar udang yang tinggi tentu saja membutuhkan suplai oksigen yang cukup.

Permasalahan yang dihadapi tambak intensif adalah beban listrik yang tinggi atau penggunaan bahan bakar solar yang relatif mahal untuk mengoperasikan kincir tambak.

Oleh karena itu, dengan menggunakan teknologi kincir rangkai dengan memanfaatkan gardan mobil bekas dengan bahan bakar LPG dan pompa air menjadikan kebutuhan program revitalisasi selain sebagai solusi kelangkaan atau mahalnya bahan bakar solar.

Nonot Tri Waluyo, GM Technical Partner KaVe mengungkapkan, dengan penggunaan pompa air berbahan bakar bakar LPG merupakan alternatif solusi kelangkaan bahan bakar solar.

"Dengan penggunaan gardan mobil bekas dengan bahan bakar LPG bisa membantu para petambak yang kesulitan mendapatkan listrik atau solar di daerah terpencil," ujarnya saat kunjungan tambak di Desa Jenggolo, Tuban, Jawa Timur, Rabu, (3/12/2014).

CP Prima juga melakukan pendampingan terhadap para petambak udang Vannamei yang tergabung dalam KaVe.

Selain menyediakan kincir dan pompa air, bahan bakar LPG, bibit, pakan, vitamin dan obat-obatan, CP Prima juga memberikan layanan tambahan kepada para petambak tersebut.

''Kita stand by 24 jam. Kalau ada masalah yang dialami kelompok petambak KaVe, kami layani. Kita berikan edukasi dan bimbingan, agar produk mereka bisa maksimal. Yang penting, ada petambaknya dan usahanya berjalan dulu. Kita dampingi sampai 'naik kelas', dan terus didampingi,'' paparnya.

Hasilnya pun sudah dinikmati petambak udang Vannamei yang tinggal di Desa Jenggolo, Tuban. Saat ini, mereka bisa membudidayakan udang Vannamei secara maksimal.

''Kalau sekali panen, untungnya bisa puluhan sampai ratusan juta rupiah, per petak tambak yang luasnya berkisar 3.000 sampai 5.000 meter persegi. Saya kira, komitmen CP Prima untuk maju bersama petabak Vannamei, tidak perlu diragukan lagi,'' pungkasnya. [ikh]

Source : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2159807/teknologi-alternatif-kincir-untuk-budidaya-udang