Itu tidak masalah buat wasit, tapi....
Klub
Insiden "gol hantu" di laga AC Milan vs Udinese. (La Gazzeta dello Sport.)
VIVAbola - Presiden Asosiasi Wasit Italia, Marcello Nicchi, menilai penggunaan teknologi garis gawang di Serie A hanya "membuang-buang uang." Sebab, itu membutuhkan dana besar buat membangun sarana teknologi tersebut.Desakan penggunaan teknologi ini kembali mencuat, pekan ini, di Italia menyusul kontroversi pada pertandingan AC Milan melawan Udinese. Itu terkait gol Milan di awal laga yang dianulir wasit karena dianggap belum melewati garis.
Teknologi garis gawang telah berjalan sukses di Piala Dunia 2014 lalu. Tidak hanya itu, Premier League juga menggunakan teknologi yang membutuhkan dana sekitar €250 ribu atau setara dengan Rp3,8 miliar itu.
Meski para wasit akan terbantu dengan teknologi ini, Nicchi menganggap teknologi tersebut sangat mahal dan belum terlalu dibutuhkan. Apalagi, menurutnya penggunaan hakim gawang sudah berjalan cukup efektif sejauh ini.
"Jelas jauh lebih mudah mengeluarkan keputusan jika dibantu dengan teknologi. ! Itu tidak masalah buat wasit, tapi itu masalah terhadap infrastruktur dan biaya," kata Nicchi dilansir Football Italia, Selasa 2 Desember 2014.
"Saya mendengar, butuh biaya €250 ribu per stadion untuk memasang teknologi itu. Angka yang tidak masuk akal. Padahal, sejak hakim garis gawang diperkenalkan, tak ada keputusan keliru yang terjadi," lanjutnya.
Dari tayangan ulang laga Milan melawan Udinese, memang terlihat sebagian bola masih berada di atas garis gawang. Sehingga keputusan wasit dianggap bisa dibenarkan saat menganulir gol tersebut. (one)
Baca juga:
© VIVAbola
BERITA TERKAIT
Source : http://bola.viva.co.id/news/read/564450--teknologi-garis-gawang-buang-buang-uang-