Mengidolakan sang Ayah membuat Idham Aulia M. Basir bertekad menjadi peneliti. Meskipun beda aliran, bila sang ayah peneliti bidang pertanian sebagai pegawai negeri sipil dinas pertamanan kota, Idham lebih menyukai bidang sains sehingga ia aktif melakukan berbagai penelitian ketika menjadi mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
Lelaki kelahiran Makassar, 21 September 1992 ini sudah dikenal oleh teman-teman dan dosennya, sebagai mahasiswa yang aktif dan mempunyai banyak pemikiran inovatif. Salah satu karya yang diciptakan bersama empat temannya di ITS adalah The Ganers. Ini adalah kapal pembersih sampah di perairan dangkal.
Idham memang punya obsesi yang besar, bukan hanya untuk dirinya semata, tetapi untuk Indonesia. Sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Kelautan, ia sangat ingin mengembalikan kejayaan Indonesia di bidang kelautan.
"Perhatian pemerintah di bidang maritim ini sangat kurang. Karena itu saya punya obsesi ingin menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan," kata Idham.
Menurutnya, Indonesia adalah negara maritime. Namun, masih banyak potensi di bidang kelautan yang belum tergali. Banyak kebijakan yang kurang efektif juga dalam mengatasi berbagai permasalahan di bidang kelautan. Contohnya adalah penanganan sampah di laut. Kebanyakan sampah di laut berada di tepi perairan, bukan di tengah.
"Namun kapal yang digunakan untuk membersihkan sampah justru kapal tanker yang tak bisa beroperasi di perairan dangkal," ujarnya.
Itulah yang mendasari pemikiran Idham dan teman-teman ketika menciptakan kapal pembesih sampah di perairan dangkal yang disebut The Ganers itu. Ia yakin, kapal ini sangat dibutuhkan untuk membersihkan sampah, seperti di Teluk Jakarta.
Teluk Jakarta menjadi pusat perhatian Idham dan teman-temannya karena persoalan sampah disana tak pernah diselesaikan dengan baik. Setelah dikaji, ternyata ada 23 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta.
Semua sungai tersebut setiap hari membawa sampah ke perairan Teluk Jakarta karena budaya membuang sampah di sungai masih melekat di masyarakat kita. Akibatnya, banyak ikan yang mati di Teluk Jakarta dan nelayan setempat kehilangan pekerjaannya.
Semasa kuliah, Idham juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan, Ibnu Chanifudin (22), salah satu teman akrab Idham di kampus mengatakan, Idham sering mengumpulkan teman-teman untuk melakukan berbagai diskusi. Idham pernah menjabat sebagai ketua bidang riset dan teknologi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS.
"Salah satu kelebihan Idham, seringkali pemikirannya itu out of the box," tutur Ibnu.
Hal senada diungkapkan Fikri (21), teman satu jurusannya yang mengatakan, sahabatnya itu sangat baik.
"Sebagai senior dia sangat mengayomi juniornya," ungkap Fikri.
Hari Sanjoyo, dosen Pembina aktivitas kemahasiswaan ITS menyatakan, Idham dan teman-temannya sangat aktif dalam kegiatan keilmiahan. Menurutnya, kapal The Ganers adalah salah satu karya yang sangat inovatif. Selain itu, kapal The Ganers sangat dibutuhkan keberadaannya, terutama untuk Teluk Jakarta.
Menurut Hari, di kampus ITS, Idham dan anggota kelompoknya juga menjadi pengurus kegiatan keilmiahan. Karena itu, selain berkarya, mereka juga mendorong teman-temannya untuk berkarya.
"Kenyataannya, banyak karya-karya seperti ini di ITS. Tahun 2013 ada 526 karya dan tahun 2014 ini sudah ada 420 karya sejenis," ucap Hari. (cr-04)
Source : http://www.indopos.co.id/2014/12/teknologi-kapal-pembersih-sampah.html