"Atas keterbatasan teknologi, kami akan meminjam alat dari negara lain yang menawarkan, seperti dari Inggris, Prancis dan Amerika Serikat," kata Kepala Basarnas, Marsekal TNI Madya FHB Soelistyo di Jakarta, Senin (29/12/2014).
Dia menyontohkan, peralatan yang diperlukan seperti pendeteksi Emergency Locator Transmitter (ELT) dan alat penindaklanjut temuan. Selain itu, Basarnas juga memerlukan tambahan kapal pendeteksi pesawat.
Sejauh ini, Basarnas menggunakan Kapal Baruna Jaya IV dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki alat sonar bawah laut.
Peminjaman alat-alat itu, menurut dia, bermanfaat untuk mempercepat penemuan pesawat AirAsia yang hilang kontak sejak Minggu 28 Desember, pukul 06.17 WIB.
Pesawat tersebut mengangku! t 155 penumpang dan tujuh awak pesawat. Terdapat beberapa penumpang warga negara asing seperti Singapura, Inggris, Malaysia dan Korea Selatan.
Hingga siang ini, Basarnas belum menangkap sinyal ELT pesawat AirAsia QZ8501. ELT akan memancarkan sinyal bila sebuah pesawat mengalami kecelakaan.
TRK
Source : http://news.metrotvnews.com/read/2014/12/29/337996/teknologi-terbatas-basarnas-pinjam-alat-dari-negara-lain