- Detail
- Dibuat: 04 September 2014 Ditulis oleh The Epoch Times
- Kategori: Internasional
Amerika Serikat - Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan supremasi militer AS sedang mendapat tantangan dari Tiongkok dan Rusia juga negara lainnya.
"Untuk mempertahankan dominasi teknologi militer, Amerika harus mengambil langkah-langkah yang lebih inovatif dari sisi pengembangan dan pembelian teknologi baru," tandas Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel.
Dalam sebuah seminar inovasi pertahanan di Amerika Serikat, Hagel mengatakan bahwa pasukan dan kelompok teroris yang dilengkapi dengan peralatan sederhana sedang mendapatkan senjata pemusnah massal. Rusia dan Tiongkok sedang memodernisasi militernya, termasuk kemampuan untuk perang elektronik dan misi khusus.
Dia mengatakan, kecuali AS secara serius menanggapi tantangan-tantangan ini, jika tidak maka pasukan AS akan menghadapi teknologi dan senjata canggih yang mematikan di medan perang.
Tantangan Rusia-Tiongkok
Meskipun anggaran militer AS tertinggi di dunia (sekitar 500 miliar dolar AS), masih lebih tinggi dari total gabungan anggaran militer enam atau tujuh negara, namun, sejak Obama berkuasa, pengeluaran pada R & D telah berkurang lebih dari 20%.
Sebaliknya, Tiongkok dan Rusia terus meningkatkan anggaran militernya masing-masing, dan dalam beberapa tahun terakhir ini telah memperoleh tonggak baru dalam bidang teknologi.
"Tiongkok dan Rusia terus menjalankan program memodernisasi militernya secara komperehensif dan berjangka panjang, mereka menyediakan dana mencoba untuk mempersempit kesenjangan teknologi militer yang dimiliki Amerika Serikat," kata Hagel.
Mereka juga sedang mengembangkan kemampuan perang pertahanan udara dan anti-kapal perang, perang virtual dan elektronik serta misi khusus, semua ini dimaksudkan untuk menantang superioritas militer Amerika.
KTT NATO
Disela-sela pidato Hagel, KTT NATO akan diselenggarakan di Wales, diperkirakan Rusia akan menjadi fokus pembicaraan, sekutu NATO akan memperkuat belanja militernya.
"Kita sedang memasuki sebuah era yang penuh tantangan, dimana dominasi AS di laut, udara dan antariksa maupun dunia maya tidak akan lagi seperti itu," ujar Hagel.
Meskipun Amerika Serikat terus mempertahankan kekuatan militer dan teknologi yang mumpuni dari lawan manapun yang potensial, namun superioritas AS tidak lagi mutlak.
Hagel menarik sebuah contoh, kecanggihan AS dalam bidang teknologi siluman, serangan militer yang tepat, dan pengintaian dalam skala besar serta aspek militer lainnya pada beberapa dekade lalu, kini berangsur-angsur mulai pudar
Untuk mempertahankan posisi terdepan dalam teknologi militer, Amerika perlu berinvestasi secara tepat di tengah pemotongan anggaran, termasuk penggunaan teknologi printer 3D dan aplikasi robotika serta teknologi komersial yang kompleks dan sebagainya. (bbc/dong yue/joni/rahmat)
Source : http://erabaru.net/internasional2/9698-dominasi-teknologi-militer-as-mendapat-tantangan-dari-rusia-tiongkok