Pemerintah Harus Perhatikan Sampah Elektronik - Pikiran Rakyat

Diposting oleh blogekiyai on Senin, 01 Desember 2014

SOREANG, (PRLM).- Dengan makin berkembangnya dunia teknologi informasi dan komunikasi membuat sampah dari barang elektronik juga makin menumpuk. Hal itu disebabkan apabila terjadi kerusakan alat-alat tersebut biaya perbaikannya jauh lebih mahal daripada membeli alat baru.

"Di SMAN 1 Baleendah saja sudah kewalahan menangani sampah elektronik ini sehingga hanya ditumpuk di gudang," kata Kepala SMAN 1 Baleendah, Aa Sudaya, di ruang kerjanya, Senin (1/12/2014).

Sampah elektronik, kata Aa, seperti monitor komputer. LCD, dan mesin pencetak dokumen (printer). "Kalau pun akan diperbaiki ternyata biaya perbaikannya lebih mahal sehingga lebih baik membeli barang baru," ujarnya.

Selain itu, barang-barang bekas itu susah dijual sehingga akhirnya ditumpuk di gudang. "Cepat rusaknya barang-barang elektronik membuat pengeluaran sekolah juga membengkak, padahal SMA, SMK, dan MA Kab. Bandung sudah tak diperkenankan memungut SPP," tambahnya.(Sarnapi/A-147)***

Source : http://www.pikiran-rakyat.com/node/306719