Teknologi Bantu Anak Memahami Matematika - Okezone

Diposting oleh blogekiyai on Senin, 01 Desember 2014

Ilustrasi : Alamy

Teknologi Bantu Anak Memahami Matematika

JAKARTA - Matematika merupakan konsep yang abstrak dan kompleks sehingga membuat peserta didik kesulitan untuk memahaminya. Namun, penggunaan alat dan teknologi bisa menjadi solusi untuk persoalan tersebut.

Tidak hanya membuat peserta didik lebih memahami tentang konsep-konsep abstrak dan matematika kompleks, tapi juga mendorong mereka menemukan aplikasi matematika dalam kehidupan nyata. Demikian dikemukakan Profesor asal Radford University, Amerika Serikat, Wei-Chi Yang saat memberikan pemaparan pada The 19th Asian Technology Conference in Mathematics (ATCM) di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Memang, dengan alat teknologi saat ini, masalah matematika dapat dieksplorasi dengan bantuan sistem aljabar komputer, sistem geometri dinamis, atau kombinasi keduanya. Kami menemukan, konsep baru atau pengetahuan dapat diperoleh dengan menjelajahi matematika dengan perkembangan pesat alat teknologi," ujar Yang, seperti disitat dari situs UNY, Senin (1/12/2014).

Menurut Yang, banyak pendidik dan peneliti percaya bahwa kreativitas tidak datang dari hafalan atau belajar berulang-ulang tapi dari eksplorasi dan bermain. Masalah-masalah kehidupan nyata atau buku teks adalah sumber daya yang sangat baik bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif mereka.

"Kita sering melihat kurikulum matematika di sebagian besar negara di dunia diarahkan berbasis ujian. Terlalu banyak penekanan pada pengujian ketika mengukur pemahaman siswa," jelasnya.

Sementara itu, pembicara lainnya dari PPPPTK Matematika Yogyakarta, yakni Widodo menyebutkan, kualitas guru matematika di Indonesia berdasarkan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2012-2014, jumlah total guru matematika Indonesia untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK sebanyak 112.965 orang. Secara rinci, guru SMP 25.311 orang, SMA 19.121 orang dan SMK 68.533 orang.

"Berdasarkan standar kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi pribadi, dan kompetensi sosial, kita dapat menilai kualitas guru matematika. Guru matematika yang menerapkan lebih dari empat indikator standar guru matematika dianggap sebagai guru yang lebih berkualitas," papar Widodo.

Sepanjang pelaksanaan UKG selama tiga tahun terakhir oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tercatat 76.881 guru matematika yang mengikuti program tersebut. Sebanyak 52.178 guru pada 2012, 18.056 guru pada 2013, dan 6.647 guru pada 2014.

"Dalam UKG untuk guru matematika, kami hanya mengukur kompetensi profesional dan kompetensi pedagogis terdiri dari 100 item soal pilihan. Kami tidak mengukur kompetensi pribadi dan kompetensi sosial," tuturnya.

(mrg)

Source : http://news.okezone.com/read/2014/12/01/65/1073206/teknologi-bantu-anak-memahami-matematika