Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Iskandar mengungkapkan pernyataan yang mengagetkan. Ia mengatakan bahwa perkembangan teknologi kalah cepat dengan virus atau penyakit.
"Dalam waktu 10 tahun, kita baru bisa menghasilkan satu antibiotik. Bayangkan jika bakteri bisa melumpuhkan antibiotik kita dalam 10 tahun dalam waktu bulanan," kata Iskandar dalam acara Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN) ke-4 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Menurut Iskandar, strategi yang harus dilakukan ternyata ada teknologi yang sama. Umpamanya dengan teknologi untuk penyakit H5N1 dengan H1N1 itu sama. "Bio Farma mengejar teknologi itu, dalam hal itu kita menyebut sebagai platform teknologi," terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam platform teknologi tersebut ada teknologi interkontinen dan teknologi konjugasi. "Bio Farma sendiri lari kesitu, jadi jika terjadi pandemi HXLX kita tidak perlu gelisah karena kita ada t! eknologi yang sama, ini kita beruntung karena ada celah jika berubahnya sejenis," katanya.
Diberitakan sebelumnya, FRVN ke-4 digelar dua hari di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa - Rabu (19-20/8/2014). Kegiatan ini dihadiri 165 peneliti dari berbagai akademisi.
Acara ini bertemakan `Indonesia Siap Implementasikan Hasil Riset Vaksin dalam Rangka Kemandirian Vaksin Nasional`. Ketua Panitia FRVN, Erman Tritama mengatakan acara ini bertujuan untuk melihat gambaran implementasi hasil riset dari masing-masing konsorsium yang sudah terbentuk, serta diseminasi aspek regulasi produk agar riset dan pengembangan vaksin di Indonesia dapat terpola dengan jelas dan mempunyai implementasi yang baik.
Erman menambahkan, tujuan diadakannya FRVN juga untuk kemandirian riset vaksin nasional.(Adv)
(And)
Source : http://showbiz.metrotvnews.com/read/2014/08/20/280177/duh-teknologi-kalah-cepat-dengan-virus